
Suhudi Ismail berasal dari keluarga petani. Ayahnya buta huruf, sedangkan ibunya hanya tamatan sekolah dasar. Untuk bersekolah, dia harus berjalan sejauh beberapa kilometer, melewati sungai, jurang dan hutan. Dia lulus dengan peringkat ke-25 dari 33 siswa, dan pernah mendapat nilai 2 untuk pelajaran matematika. Pada awal kuliah di tahun 2008 dia harus hidup dengan uang 150 ribu rupiah sebulan. …
Bibliografi : hlm. 291-292
Buku ini ditujukan untuk kalangan luas yang ingin membangun kehidupan yang seimbang, penuh dinamika, dan sekaligus ingin berbagi semangat inspirasi hidup mulia kepada orang-orang lain. Buku ini juga mengajarkan kepada pembaca tidak saja berpikir positip tetapi secara langsung bertingkah laku positip untuk selalu menghargai dan memaksimalkan anugerah hidup yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kua…