
Namaku Rizki. Usiaku empat belas tahun. Saat ini aku berdiri di depan panti asuhan, membawa dua adik perempuanku. Bukan. Aku bukan anak yatim piatu. Ibuku masih hidup. Tapi, dua menit yang lalu adalah terakhir kali aku bertemu dengan ibu. Hingga kelak aku dewasa, kami tak pernah bertemu lagi. Sementara ayahku tewas tertembak. Panti asuhan ini bukan panti asuhan betulan. Dari luar memang ada pla…
Apa yang kau lihat di savana? Rerumputan? Satu-dua pohon yang meranggas? Atau sapi dan kuda yang tengah merumput? Apa yang kau rasakan ketika di savana? Panas? Udara kering yang membuat dahaga? Atau semilir angin yang membuai? Kalau kau tanya aku. Maka aku jawab begini: Aku melihat ketangguhan di savana. Pada rumput yang kering, berwarna cokelat, terinjak. Tapi besok-besok tetap ada, menghijau …
Ibu, aku nggak sekuat itu. Ada banyak hal yang aku sembunyikan dari Ibu. Tentang aku yang sering menangis di kamar sendirian, menangis di perjalanan pulang. Juga beratnya hidup ketika harus jadi tulang punggung keluarga sekecil ini. Ternyata jadi dewasa nggak enak ya, Bu? Aku kangen Ibu. Aku pengin jadi anak kecil aja, pengin balik ke masa lalu aja, pengin main sepeda sama Ibu lagi. Sekarang …